Langsung ke konten utama
Indonesia Blog

Startups

Mahasiswa Bangkit diundang ke Istana Negara untuk berbagi pengalaman



foto bersama peserta Bangkit, Joko Widodo, dan Nadiem Makarim

Pada acara Festival Kampus Merdeka 2021 yang diselenggarakan 15 Juni 2021, Christian Doxa Hamasiah (mahasiswa Universitas Brawijaya yang juga merupakan peserta Bangkit 2021) mendapatkan kesempatan berharga dan tidak akan terlupakan. Christian bertemu dan berdiskusi langsung bersama Presiden RI, Joko Widodo, dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim.

Berdiskusi langsung dari Istana Negara, Christian yang saat ini berusia 21 tahun bercerita tentang program Bangkit yang saat ini diikuti oleh 3.000 mahasiswa. Saat ditanya bagaimana pengalamannya oleh Mendikbud Ristek, Christian membagikan cerita tentang proyek akhir yang sedang ia kerjakan bersama timnya.

Christian dan timnya sedang merancang sebuah aplikasi yang dapat membantu pelaku UMKM dalam menjalankan bisnisnya. Aplikasi yang diberi nama “Usahaq” ini memanfaatkan machine learning yang dapat membantu memberikan keputusan sistem yang strategis. Misalnya, membantu memberi tahu kapan waktunya untuk melakukan restock  maupun mengurangi stok produk sehingga bisnis bisa lebih agile dan efisien.

Christian Doxa Hamasiah, peserta Bangkit

Dalam program Bangkit terdapat tiga kurikulum pembelajaran, yaitu Android, cloud computing dan machine learning. Christian sendiri memilih untuk mempelajari cloud computing yang mengundang rasa penasaran Presiden Jokowi tentang apa yang ia pelajari. Dengan penuh semangat Christian menjelaskan bahwa ia belajar cloud computing langsung dari praktisi Google untuk  membuat layanan atau web service yang baik dengan biaya yang efisien. Tidak hanya fokus pada tampilan aplikasi, namun menggunakan infrastruktur yang baik agar pengguna mendapatkan pengalaman yang baik saat menggunakan aplikasi.

“Terima kasih Bapak Menteri dan Bapak Presiden telah merealisasikan program Bangkit. Sebenarnya saya tidak menduga bisa kuliah langsung diajar oleh praktisi industri dengan kompetensi internasional. Harapan saya, program Kampus Merdeka studi independen Bangkit ini bisa terus ada untuk membangun infrastruktur Indonesia yang lebih baik, efisien, murah, dan terbaru. Melalui ini, kita bisa menolong ratusan juta rakyat Indonesia dan bisa membuat hidup mereka lebih efisien melalui teknologi,” ujar Christian.