Langsung ke konten utama
Indonesia Blog

Grow with Google

Aplikasi TeDi karya siswa Bangkit untuk memudahkan kehidupan disabilitas sehari-hari



Bangkit 2022 telah meluluskan 2.517 siswa pada 6 September lalu sebagai program andalan Kampus Merdeka untuk alur belajar cloud computing, mobile development, dan machine learning. Bulan ini, kami akan berbagi pengalaman peserta Bangkit tahun ini dan aplikasi yang mereka buat.

Image 1: Najma dan Gilang Martadinata dari tim TeDi, peserta Bangkit 2022,

Najma dan Gilang Martadinata dari tim TeDi, peserta Bangkit 2022

Di Bangkit 2022, terdapat dua jenis projek tugas akhir yang harus mereka kerjakan sebagai syarat kelulusan. Pertama, yaitu “Product-Based Capstone Project” di mana para siswa harus berinovasi membuat solusi produk bagi permasalahan di ranah publik, seperti lingkungan, kesehatan, ketahanan ekonomi, sesuai tema pilihan peserta. Projek kedua yang baru ada di tahun ini yaitu “Company-Based Capstone Project” di sini, para peserta akan diasah kemampuannya untuk menjawab tantangan riil dari industri.

Kali ini, kami akan membagikan kisah TeDi, sebagai salah satu dari Top 15 Product-Based Capstone Project yang memperoleh mentor industri dan dana inkubasi sebesar 140 juta dari Google dan Direktorat Riset Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek).

Pamflet aplikasi TeDi,

Pamflet aplikasi TeDi

Najma, Mahasiswi Universitas Padjadjaran dan pemimpin kelompok TeDi, menyampaikan “TeDi atau Teman Disabilitas berawal dari pertanyaan yang muncul di benak tim kami, apakah saat ini teknologi sudah dapat membantu orang-orang yang membutuhkan, atau hanya hiburan semata. Dari sini, kami berpikir bahwa sebaiknya kemajuan teknologi saat ini digunakan untuk membantu orang-orang yang sangat membutuhkan, salah satunya adalah penyandang disabilitas karena masih banyak diskriminasi dan kesulitan yang mereka rasakan.”

TeDi merupakan aplikasi mobile Indonesia pertama yang memiliki fitur-fitur untuk membantu tiga tipe disabilitas sekaligus, yaitu tunanetra, tunarungu, dan tunawicara. TeDi menawarkan fitur BISINDO translator untuk menerjemahkan bahasa isyarat, Object Detection untuk mendeteksi objek di sekitar, Currency Detection untuk membaca mata uang, dan Text Detection untuk membaca sebuah teks.

Acara kelulusan Bangkit 2022 di Kompleks Kemendikbud

Acara kelulusan Bangkit 2022 di Kompleks Kemendikbud (6/9)

Nantinya, TeDi akan mentransformasi prototype mereka menjadi produk yang siap untuk diperkenalkan pada user atau masyarakat dalam bimbingan Lab Inkubasi dan Kewirausahaan di 15 Kampus Mitra Bangkit. Selain TeDi, tim lain yang akan mendapatkan kesempatan ini adalah EcoSense, Herbapedia, HerAi, Yourney, DressOnMe, LukaKu, Glucare, Dwicara, Fi$hku, Tanamin, Ambroise, BahanbaKu, Circle, Kulitku.