Laporan e-Conomy SEA 2022 memproyeksikan ekonomi digital Indonesia akan mencapai US$77 miliar pada akhir tahun

07 Nov 2022

|

Google Indonesia


Google bersama Temasek dan Bain & Co. kembali  merilis laporan e-Conomy SEA 2022 tentang ekonomi digital di Asia Tenggara. Laporan tahunan ini memperlihatkan pertumbuhan dari berbagai sektor, seperti e-commerce, transportasi dan pesan antar makanan, media digital, layanan perjalanan online, layanan keuangan digital, dan pendanaan swasta.

visual eConomy SEA Report 2022

Laporan e-Conomy SEA tahun ini memproyeksikan bahwa ekonomi digital Indonesia akan mencapai Gross Merchandise Value (GMV) senilai US$77 miliar pada tahun 2022, setelah tumbuh sebesar 22% selama setahun terakhir. Hingga tahun 2025, ekonomi digital diproyeksikan mencapai US$130 miliar, tumbuh dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 19%, dan hingga tahun 2030 diperkirakan akan tumbuh lebih dari tiga kali lipat di kisaran US$220 sampai US$360 miliar.

Laporan multi-tahunan ini, yang menggabungkan data dari Google Trends, data dari Temasek, dan analisis dari Bain & Company, selain juga memadukan informasi dari berbagai sumber di industri dan wawancara dengan para ahli, menyoroti ekonomi digital enam negara di Asia Tenggara: Indonesia, Vietnam, Malaysia, Thailand, Singapura dan Filipina.

Di Indonesia, sektor e-commerce terus mendorong ekonomi digital dan nilainya diperkirakan akan mencapai US$59 miliar pada tahun 2022. Meskipun aktivitas belanja offline kini mulai kembali bergairah, sektor e-commerce menyumbang 77% dari keseluruhan ekonomi digital.

“Indonesia memiliki sektor e-commerce dengan pertumbuhan tercepat kedua (setelah Vietnam) tetapi selain GMV ada banyak dimensi pertumbuhan yang kini juga harus difokuskan,” ucap Randy Jusuf, Managing Director, Google Indonesia. “Untuk mendorong pertumbuhan jangka pendek, bisnis kini lebih berfokus mencapai profitabilitas dengan memangkas biaya dan mengoptimalkan operasi.”

Hingga tahun 2025, sektor e-commerce Indonesia diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 17% dan nilai GMV mencapai US$95 miliar.

“Setelah bertahun-tahun mengalami akselerasi, pertumbuhan penggunaan teknologi digital kini berangsur normal, dengan kalangan mampu dan kaum muda yang melek teknologi di perkotaan menjadi pengguna terbesar layanan digital,” tambah Randy. “Mayoritas pemain digital mengalihkan prioritasnya dari akuisisi pelanggan baru ke menciptakan engagement yang lebih dalam dengan pelanggan yang sudah ada.”

E-commerce, transportasi, dan pesan-antar makanan adalah tiga layanan digital teratas di Indonesia dengan tingkat penggunaan yang hampir merata di kalangan pengguna digital perkotaan.

infografik eConomy SEA Report 2022

Indonesia tetap menjadi tempat menarik untuk investasi teknologi

Pada tahun 2022, Singapura dan Indonesia menjadi dua tujuan investasi teratas di Asia Tenggara. Indonesia menarik 25% dari total nilai pendanaan swasta di kawasan ini dan dalam jangka panjang tetap menarik bagi investor bersama dengan Vietnam dan Filipina. Namun, mengingat adanya hambatan ekonomi makro, nilai transaksi pada Semester 1 2022 turun US$2 miliar YoY akibat adanya kekhawatiran seputar profitabilitas dan valuasi.

Infografik eConomy SEA Report 2022
  • Layanan keuangan digital (terutama yang berfokus pada pembayaran B2B dan layanan pinjaman) telah menggantikan sektor e-commerce sebagai sektor investasi teratas dengan nilai US$1,5 miliar pada Semester 1 2022.
  • Di seluruh Asia Tenggara, termasuk Indonesia, lebih dari 80% Pemodal Ventura (VC) ingin lebih berfokus pada sektor-sektor baru seperti teknologi kesehatan (health tech), SaaS, dan Web 3.0, sementara sektor teknologi pendidikan (ed tech) mengalami penurunan pasca-pandemi seiring dibukanya kembali sekolah-sekolah.

“Ekonomi digital Indonesia akan terus menarik minat investasi karena fundamentalnya yang kuat, seperti memiliki basis pengguna yang sangat aktif dalam jumlah besar dan ekosistem startup teknologi yang dinamis,” kata Fock Wai Hoong, Deputy Head, Technology & Consumer and Southeast Asia, Temasek. “Bekerja sama dengan sektor bisnis, pemerintah, dan masyarakat, Temasek berkomitmen untuk menggunakan modal katalis kami untuk memacu pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif dalam ekonomi digital Asia Tenggara sehingga setiap generasi dapat mencapai kesejahteraan.”

Menuju ekonomi digital yang lebih berkelanjutan

Ekonomi digital dapat berperan positif dalam menerapkan kebiasaan yang lebih berkelanjutan dengan meningkatkan kesadaran di antara konsumen, bisnis, investor, dan pemerintah. Emisi dan sumber daya menjadi isu lingkungan terpanas saat ini.

Faktor pendukung pertumbuhan di masa depan

Pertumbuhan di bidang pembayaran, pendanaan, logistik, akses internet, dan kepercayaan konsumen meningkat signifikan selama enam tahun terakhir. Untuk mempertahankan momentum, perlu serangkaian faktor pendukung baru yang berfokus pada profitabilitas serta diimbangi dengan perluasan inklusi digital untuk memenuhi permintaan dari aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola serta peluang yang mereka hadirkan.

“Ekonomi digital Indonesia tetap menjadi yang terbesar dan paling beragam se-Asia Tenggara. Penyedia layanan digital harus mengimbangi permintaan konsumen yang kuat melalui keterlibatan yang bermakna dengan berbagai demografi pengguna, dan dengan demikian dapat mendorong partisipasi yang lebih dalam untuk ekonomi internet. Kunci untuk mempertahankan momentum positif ini adalah dengan mendorong Usaha Kecil Menengah (UKM) berakselerasi menuju pertumbuhan berikutnya, terutama dengan memperdalam adopsi digital UKM di seluruh SaaS dan alat keuangan," kata Aadarsh Baijal, Partner and Head of Digital Practice in Southeast Asia, Bain & Company.

Outreach & initiatives

e-Conomy SEA 2024: Operator transportasi dan makanan online tetap bertahan meski persaingan bertambah ketat di Indonesia

Laporan e-Conomy SEA 2024 menyoroti pertumbuhan sektor transportasi dan makanan online di Indonesia, dengan GMV $9 miliar pada 2024 dan proyeksi $20 miliar pada 2030.

Oleh Google Indonesia
Outreach & initiatives

e-Conomy SEA 2024: Persaingan di pasar pinjaman Indonesia semakin ketat dengan munculnya tantangan baru bagi bank dan perusahaan teknologi keuangan

Pasar pembayaran digital mencapai nilai transaksi bruto $404 miliar

Oleh Google Indonesia
Outreach & initiatives

e-Conomy SEA 2024: Pendanaan swasta di Indonesia - fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dinamika pasar yang terus berubah

Laporan e-Conomy SEA 2024 menyoroti ketangguhan investasi digital Indonesia, fokus pada AI, teknologi iklim, dan sektor keuangan untuk pertumbuhan berkelanjutan.

Oleh Google Indonesia
Outreach & initiatives

e-Conomy SEA 2024: Perjalanan online adalah sektor yang bertumbuh paling pesat di ekonomi digital Indonesia

Laporan e-Conomy SEA 2024 menyoroti pemulihan pesat sektor perjalanan online Indonesia, didukung peningkatan permintaan wisata dan pemakaian platform digital.

Oleh Google Indonesia
Outreach & initiatives

e-Conomy SEA 2024: Persaingan E-commerce bertambah ketat di Indonesia dengan hadirnya video commerce

Laporan e-Conomy SEA 2024 menyoroti persaingan E-commerce yang bertambah ketat di Indonesia dipacu dengan kehadiran video commerce.

Oleh Google Indonesia
Outreach & initiatives

e-Conomy SEA 2024: Kecerdasan buatan (AI) ikut membentuk masa depan ekonomi digital Indonesia

Laporan e-Conomy SEA 2024: AI jadi elemen penting transformasi digital di Indonesia, memengaruhi e-commerce, keuangan, dan pendidikan serta mendorong inovasi.

Oleh Google Indonesia