Langsung ke konten utama
Indonesia Blog

Google News Initiative

Menuju ekosistem iklan digital tanpa cookies



Perubahan privasi hadir dan akan berdampak pada semua orang. Bisnis di Asia Pasifik memerlukan rencana yang masuk akal untuk menjangkau pasar dan untuk penggunaan pemasaran yang akan terpengaruh saat perubahan ini datang. Oleh karena itu, kami membangun solusi yang menjaga privasi dan berjangka panjang untuk masa depan.

Hal ini sejalan dengan keseluruhan pendekatan Google terhadap privasi yang didasarkan pada tiga pilar, yaitu mengutamakan pengguna, berinvestasi dalam teknologi pelestarian privasi, dan bermitra dengan industri. Mike Katayama, Ads Privacy Lead, Google APAC, berbagi pengumuman terbaru yang telah dibuat Google tentang rencana masa depan tentang privasi.

Mike Katayama, Ads Privacy Lead, Google APAC

Investasi teknologi berkelanjutan yang mengutamakan privasi dilakukan dalam tiga hal, yaitu:

1. Data pihak pertama

logo data pihak pertama

Menggunakan data pihak pertama dapat membantu pemasar dan penerbit lebih memahami kebutuhan pelanggan dan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik. Bisnis yang berinvestasi pada data pihak pertama juga mengalami peningkatan kinerja yang sangat besar.

Studi oleh Harris Poll menyatakan bahwa 50% dari 3.000 partisipan bersedia untuk membagikan informasi pribadi jika akan digunakan untuk menciptakan pengalaman yang dipersonalisasi.

Studi terbaru dari BCG pada Mei 2020 menunjukkan bahwa brand yang menerapkan salah satu dari empat aktivasi data yang direkomendasikan mengalami peningkatan pendapatan 1,5 kali lipat dan yang menerapkan keempat rekomendasi mencapai 2,9 kali meningkatkan pendapatan. Menurut Deloitte & Google Data Maturity Study, hal ini juga berlaku untuk penerbit. Penerbit sedang mengembangkan strategi untuk memaksimalkan kekuatan data pihak pertama mereka dengan meningkatkan keterlibatan pembaca, menaikkan pendapatan langganan, dan mendorong peningkatan monetisasi.

Data pihak pertama akan menjadi sumber paling tahan lama dari data intelijen dan pemasaran audiend di masa mendatang. Dan Google berinvestasi dalam kemampuan Google Ad Manager yang akan meningkatkan kemampuan penerbit untuk memonetisasi data pihak pertama mereka.

2. Pemodelan, machine learning, otomatisasi

logo pemodelan, machine learning, otomatisasi

Di masa depan kita akan memiliki lebih sedikit data, lebih lengkap, dan sumber akan lebih bervariasi. Kita akan menjadi lebih bergantung pada machine learning untuk mengisi kekosongan dan melakukan banyak hal dengan lebih sedikit usaha. Solusi machine learning akan mendukung monetisasi penerbit dengan membantu mempertahankan harga iklan bahkan saat kemampuan pelacakan lintas web menurun.

Saat beralih dari presisi ke prediksi, otomatisasi dan machine learning akan terus menjadi investasi yang bisa dipakai hingga masa depan untuk mendorong hasil, dari hasil konversi pemodelan yang tidak dapat diamati secara langsung hingga memprediksi iklan yang paling relevan saat sinyal tingkat pengguna tidak ada.

Infrastruktur dan teknologi machine learning akan mendukung investasi dalam data pihak pertama. Sebuah studi BCG menemukan bahwa bisnis yang menerapkan teknologi berbasis machine learning bersama dengan data pihak pertama dan data terkait lainnya dapat meningkatkan kinerja kampanye sebesar 35%.

3. Teknologi masa depan seperti Privacy Sandbox

logo Privacy Sandbox

Saat ini kami memiliki peluang besar untuk mulai memikirkan tentang teknologi pemasaran “mengedepankan privasi” mana yang paling masuk akal dalam ekosistem “mengutamakan privasi”. Sementara beberapa solusi untuk mengganti cookie pihak ketiga sedang dibahas saat ini, Google Chrome berinvestasi dalam Privacy Sandbox sebagai cara untuk memberikan kinerja yang dibutuhkan bisnis sambil mengutamakan privasi pengguna.

Simak lebih lanjut di Google for Media berikutnya pada 29 Juni 2021 jam 1 siang di akun YouTube Google Indonesia.