Mendukung Masa Depan Digital Indonesia: Fakta Mengenai Kemitraan Kami Di Sektor Pendidikan
Kami bersyukur dapat terus menunjukkan komitmen dan kontribusi jangka panjang kami dalam membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Misi kami tetap sederhana: menyediakan teknologi kelas dunia yang hemat biaya demi mendukung siswa dan guru di seluruh nusantara.
Mengenai peran kami dalam pembelajaran digital, kami ingin memperjelas bagaimana upaya kami dalam memberdayakan siswa dan guru di Indonesia melalui teknologi.
Chromebook adalah perangkat nomor satu di dunia untuk pendidikan K-12 (TK-SMA), dengan lebih dari 50 juta siswa dan pendidik yang menggunakan Chromebook di seluruh dunia. Di Indonesia, fokus kami selalu pada upaya mewujudkan cita-cita pembelajaran digital jangka panjang melalui Chromebook—perangkat canggih dan aman yang dirancang untuk para pendidik dan siswa. Jutaan pendidik dan siswa dari Sabang sampai Merauke, serta lebih dari 80.000 sekolah di seluruh negeri, telah berhasil menggunakan Chromebook untuk membantu mengoptimalkan pembelajaran—bahkan di wilayah-wilayah terluar di Indonesia.
Kemampuan untuk bekerja tanpa koneksi internet (offline) merupakan fitur standar pada Chromebook
Chromebook dirancang sesuai dengan realitas di ruang kelas, termasuk untuk sekolah-sekolah di daerah terpencil. Meski dioptimalkan untuk penggunaan berbasis cloud, Chromebook memiliki kemampuan untuk digunakan secara offline. Siswa tetap dapat membuat dokumen, mengelola file, serta menggunakan aplikasi yang mendukung mode offline bahkan tanpa koneksi internet sekalipun, sehingga memastikan proses belajar tidak pernah terhenti.
Perangkat ini memenuhi persyaratan dalam peraturan Kementerian serta panduan pengadaan lokal (DAK Fisik) dari Kementerian Pendidikan, yang merujuk adanya solusi digital yang holistik, seperti memasangkan perangkat dengan infrastruktur penunjang konektivitas seperti router dan verifikasi kelistrikan. Pendekatan serupa telah terbukti memberikan manfaat bagi banyak siswa dalam skala besar di daerah terpencil di berbagai negara, mulai dari Brasil hingga Jepang.
Google menyediakan lisensi perangkat lunak dan tidak menentukan harga perangkat Chromebook
Google tidak memproduksi atau menjual Chromebook secara langsung kepada pelanggan akhir, dan kami juga tidak menentukan harga. Peran kami secara tegas terbatas pada pengembangan dan pemberian lisensi sistem operasi (ChromeOS) serta alat pengelolaan kepada mitra-mitra kami. Proses pengadaan dikelola sepenuhnya oleh produsen peralatan asli (Original Equipment Manufacturers/OEM) yang independen dan para mitra lokal. Ekosistem ini memastikan bahwa Kementerian Pendidikan menjaga kendali penuh dan transparansi atas pengadaan perangkat keras yang kompetitif dari pemasok lokal.
Chrome Education Upgrade (CEU) adalah infrastruktur mendasar yang penting untuk keamanan jangka panjang
Sementara para produsen peralatan asli (OEM) independen dan mitra lokal mengelola pengadaan perangkat keras untuk memastikan proses yang kompetitif, Google menyediakan lisensi Chrome Education Upgrade (CEU)—yang sebelumnya dikenal sebagai “Chrome Device Management”. CEU merupakan sistem pengelolaan dan infrastruktur keamanan yang sangat penting yang berfungsi untuk melindungi aset publik. Sebagai standar yang digunakan di seluruh dunia, CEU memberikan Kementerian hingga sekolah kendali untuk mengatur perangkat dari satu sistem terpadu, menyaring konten negatif, hingga mengunci perangkat jika hilang. Ini adalah cara kami memastikan investasi Pemerintah tetap aman dan bermanfaat untuk jangka panjang.
Komitmen jangka panjang kami bagi Indonesia melebihi kesepakatan komersial tertentu
Komitmen kami terhadap Indonesia telah merentang selama beberapa dekade dan sudah mulai kami jalankan jauh sebelum kepemimpinan saat ini maupun keputusan pembelian tertentu. Program seperti Bangkit dan hibah pelatihan guru senilai $1 juta (~ Rp14,1 miliar) dari Google.org telah diumumkan jauh sebelum adanya tender perangkat apa pun. Bangkit dimulai pada November 2019, dan selama 6 tahun terakhir telah melatih lebih dari 25.000 siswa Indonesia dalam keterampilan teknologi yang paling dibutuhkan serta menghubungkan mereka dengan peluang karier di berbagai startup lokal ternama.
Selain Bangkit, selama hampir 15 tahun kami terus meningkatkan keterampilan masyarakat Indonesia di berbagai bidang, mulai dari mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menguasai keterampilan digital, membantu pencari kerja dan pengembang yang ingin meningkatkan keahlian, hingga mendukung para guru agar mampu mengajar secara digital dan membawa pola pikir komputasi (computational mindset) ke dalam kelas.
Dalam beberapa tahun terakhir, melalui kemitraan dengan Kementerian Pendidikan dan dinas-dinas pendidikan daerah, kami telah melatih lebih dari 290.000 guru mengenai AI generatif (Gemini Academy) di berbagai provinsi di Indonesia. Lebih dari 58.000 guru telah lulus program internasional baru, Gemini Certified Educator—jumlah ini merupakan yang tertinggi dibandingkan negara lain manapun di dunia.
Kami berpegang teguh pada produk dan nilai-nilai yang kami junjung
Google, bersama dengan perusahaan global besar lainnya dan investor institusional, berinvestasi di entitas terkait Gojek antara tahun 2017 dan 2021, di mana sebagian besar investasi Google dilakukan jauh sebelum penunjukan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan. Investasi pada entitas terkait Gojek ini tidak memiliki hubungan apa pun dengan upaya jangka panjang kami dalam meningkatkan lanskap pendidikan di Indonesia maupun kerja sama kami dengan Kementerian Pendidikan terkait produk dan layanan kami. Kami tidak pernah menawarkan, menjanjikan, atau memberikan imbalan kepada pejabat Kementerian Pendidikan sebagai imbal balik atas keputusan mereka untuk mengadopsi produk-produk Google.
Kami tetap berkomitmen untuk mendukung transformasi digital Indonesia dengan menjunjung tinggi standar transparansi dan integritas tertinggi.
Supporting Indonesia’s Digital Future: The Facts About Our Education Partnership
We are proud of our long-standing commitment and contribution to improving education in Indonesia. Our mission remains simple: to provide world-class, cost-effective technology to empower students and teachers nationwide.
Regarding our role in digital learning, we want to clarify how we work to empower Indonesian students and teachers with technology.
Chromebooks are the number 1 device globally in K-12 education, with more than 50 million students and educators using Chromebooks worldwide. In Indonesia, our focus has always been on delivering on the country’s long-term digital learning goals using Chromebooks - powerful, secure devices designed for educators and students. Millions of educators and students from Sabang to Merauke, and more than 80,000 schools nationwide have successfully used Chromebooks to help optimize learning - even in the outermost parts of the country.
Offline capabilities are a standard feature of Chromebooks
Chromebooks are designed for the realities of the classroom, including those in remote areas. While optimized for the cloud, they are offline-capable. Students can draft documents, manage files, and use offline-ready apps even without connectivity, ensuring learning never stops.
These devices comply with Ministry regulations and procurement guidelines (DAK Fisik) from the Ministry of Education calling for holistic solutions, such as pairing devices with infrastructure like routers and electricity verification. The same approach has delivered benefits to students at scale in remote areas in countries as diverse as Brazil and Japan.
Google licenses software and does not dictate Chromebooks' pricing
Google does not manufacture or sell Chromebooks directly to end-customers, nor do we dictate pricing. Our role is strictly limited to developing and licensing the operating system (ChromeOS) and management tools to our partners. The procurement process is managed entirely by the independent original equipment manufacturers (OEMs) and local partners. This ecosystem ensures the Ministry of Education maintains full control and transparency over competitive hardware sourcing from local suppliers.
Chrome Education Upgrade (CEU) is essential infrastructure for long term security
While independent OEMs and local partners manage the hardware procurement to ensure competitive sourcing, Google provides the Chrome Education Upgrade (CEU) formerly known as “Chrome Device Management”, a critical security infrastructure and management tool that protects public assets. Used as a global standard, CEU allows schools to centrally manage devices, filter harmful content, and disable stolen units, ensuring the Ministry’s investment remains safe and functional for the long term.
Our long-standing commitment to Indonesia transcends specific commercial deals
Our commitment to Indonesia spans decades and predates current leadership or specific buying decisions. Programs like Bangkit and our $1M (~ Rp 14.1 billion) Google.org teacher training grant were announced long before any device tenders. Bangkit started in November 2019 and over the past 6 years, we have trained more than 25,000 Indonesian students in high-demand technological skills and connected them to career opportunities at top local startups.
In addition to Bangkit, for almost 15 years we have continued to upskill Indonesians in various fields, ranging from supporting Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to gain digital skills, job seekers and developers looking to upskill, to supporting teachers to be able to teach digitally and bring a computational mindset to the classroom.
In recent years, by partnering with the Ministry of Education and local Boards of Education, we have trained over 290,000 teachers on generative AI (Gemini Academy) across all provinces in Indonesia. More than 58,000 teachers have passed the new international Gemini Certified Educator program, which is more than any other nation worldwide.
Standing behind our products and our values
Google, along with other major global corporations and institutional investors, invested in Gojek-related entities between 2017 and 2021, with the bulk of Google’s investments pre-dating Nadiem Makarim’s appointment as Minister of Education. These investments in Gojek-related entities have no relationship to our longstanding efforts to improve the educational landscape in Indonesia or our dealings with the Ministry of Education in connection with our products and services. We have not offered, promised or provided benefits to Ministry of Education officials in exchange for their decision to adopt Google products.
We remain committed to supporting Indonesia’s digital transformation with the highest standards of transparency and integrity.